Institut Perminyakan Vietnam (VPI) dan raksasa teknologi global, Siemens, secara resmi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi dalam penelitian dan penerapan teknologi digital. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendukung Resolusi No. 57-NQ/TW mengenai percepatan inovasi dan transformasi digital nasional di sektor energi, perminyakan, dan industri terkait.
Kemitraan strategis ini akan berfokus pada pengembangan solusi mutakhir, mencakup teknologi kembaran digital (digital twin), operasional cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI), analitik data besar (big data), serta manajemen kinerja aset. Kolaborasi ini dirancang untuk mengintegrasikan keahlian teknis Siemens dengan pengalaman praktis VPI di lapangan, guna menghasilkan solusi yang presisi dan relevan dengan karakteristik pasar energi di Vietnam.
Dr. Pham Thai Lai, Presiden dan CEO Siemens ASEAN dan Vietnam, menyatakan bahwa inisiatif ini sangat vital bagi transisi energi Vietnam menuju target emisi nol bersih pada tahun 2050. Ia menegaskan bahwa pengembangan teknologi strategis seperti hidrogen hijau, penyimpanan energi canggih, dan penangkapan karbon menjadi fondasi utama bagi Vietnam dalam memimpin transisi sistem energi yang lebih bersih dan cerdas.
Senada dengan hal tersebut, Direktur VPI, Dr. Nguyen Van Tu, menyambut baik kemitraan ini sebagai babak baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan di institusinya. Pihaknya optimistis bahwa sinergi antara platform teknologi Siemens dan riset VPI akan memberikan kontribusi signifikan dalam menjamin keamanan energi nasional serta mempercepat digitalisasi sektor industri melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan.