Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali terpantau aktif pada Rabu, 8 Juli 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan telah terjadi empat kali guguran lava pijar dari puncak gunung tersebut.
Berdasarkan data observasi, material lava pijar meluncur dengan jarak luncur maksimal mencapai 1,9 kilometer. Arah luncuran tersebut didominasi menuju ke sektor alur Sungai Sat dan Sungai Putih. Secara visual, kondisi gunung terlihat cukup jelas dengan kepulan asap kawah berwarna putih yang membubung setinggi 25 meter dari puncak.
Selain guguran lava, instrumen pemantauan mencatat adanya aktivitas seismik yang cukup intensif. Sebanyak 24 kali gempa guguran dan 15 kali gempa fase banyak atau gempa hybrid terekam selama periode pengamatan. Kondisi cuaca di sekitar kawasan puncak dilaporkan cerah, dengan suhu udara dingin mencapai 14,5 derajat Celsius dan kelembapan udara berada di angka 89,6 persen.
Mengingat aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif, pihak berwenang menetapkan status Gunung Merapi pada level III atau Siaga. Masyarakat dan para pendaki diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi zona bahaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah demi keselamatan bersama di area gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut.