Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan intensitas secara signifikan. Berdasarkan data pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tercatat terjadi 18 kali erupsi dalam kurun waktu satu pekan terakhir, dengan lontaran kolom abu mencapai ketinggian antara 100 hingga 200 meter di atas puncak kawah.

Merespons eskalasi aktivitas tersebut, Badan Geologi secara resmi telah menetapkan status gunung api tersebut ke Level III atau Siaga. Kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi untuk meminimalisir risiko bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar radius bahaya, terutama bagi penduduk di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung.

Menanggapi kekhawatiran publik mengenai dampak letusan terhadap sektor pariwisata, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten memberikan jaminan keamanan. Pihaknya menegaskan bahwa kawasan wisata di wilayah Banten saat ini masih berada dalam kondisi aman untuk dikunjungi wisatawan.

Kendati demikian, otoritas terkait tetap mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk selalu memantau informasi resmi dari instansi pemerintah. Pengunjung diminta untuk tidak mendekati radius yang telah ditetapkan oleh PVMBG demi memastikan keselamatan bersama selama periode peningkatan status vulkanik ini berlangsung.