Gunung Ibu yang terletak di Maluku Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin (13/7/2026) sore. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, erupsi tercatat terjadi pada pukul 17.15 WIT.

Letusan tersebut menghasilkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang teramati mencapai ketinggian 400 meter di atas puncak, atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut. Semburan abu vulkanik dilaporkan bergerak menuju arah utara. Rekaman seismograf menunjukkan erupsi memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi aktivitas selama 54 detik.

Hingga saat ini, status Gunung Ibu masih ditetapkan pada Level II atau Waspada. Catatan kegempaan sepanjang hari Senin menunjukkan intensitas aktivitas yang cukup tinggi, dengan tercatat 83 kali gempa letusan, 13 kali gempa harmonik, serta 82 kali gempa low frequency.

Merespons kondisi tersebut, pihak berwenang menegaskan kembali larangan beraktivitas bagi masyarakat maupun wisatawan di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, terdapat perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer yang dikhususkan pada area bukaan kawah di bagian utara guna mengantisipasi bahaya lontaran material vulkanik.

Sepanjang tahun 2026, intensitas erupsi gunung api di Indonesia tergolong cukup aktif. Data mencatat telah terjadi 3.153 letusan gunung api di seluruh wilayah Tanah Air. Gunung Semeru masih menempati posisi teratas dengan 1.393 kali letusan, sementara Gunung Ibu menyusul dengan catatan 1.042 kali erupsi dalam periode yang sama.