Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam 24 jam terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui alat seismik mencatat sebanyak 91 kejadian kegempaan yang terekam selama periode pemantauan.
Berdasarkan data rekapitulasi, fenomena seismik tersebut didominasi oleh 73 kali letusan, 7 kali guguran, 9 kali hembusan, serta 2 kali getaran tremor. Tim di lapangan saat ini terus melakukan evaluasi mendalam terhadap data tersebut guna mengantisipasi potensi munculnya Awan Panas Guguran (APG) yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru terus bersiaga penuh selama 24 jam untuk memantau perkembangan terkini. Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh berbagai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Secara keseluruhan, situasi Gunung Semeru saat ini dinyatakan tetap aman dan terkendali," ujar Isnugroho pada Kamis, 9 Juli 2026.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III atau Siaga. Sebagai langkah mitigasi, masyarakat serta wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah. Khusus untuk sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan, zona aman ditetapkan hingga jarak 13 kilometer dari puncak gunung.