Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan kepastian bahwa aktivitas Gunung Tangkuban Parahu tidak terdampak oleh guncangan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 2,7 yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kamis (9/7/2026). Berdasarkan evaluasi mendalam, tidak ditemukan indikasi peningkatan aktivitas vulkanik pada gunung api tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di koordinat 6,83 LS dan 107,65 BT. Meski getaran sempat dirasakan oleh masyarakat di sekitar kawasan gunung, pemantauan instrumental Badan Geologi menunjukkan kondisi yang stabil. Rekaman data deformasi, baik melalui peralatan tiltmeter maupun Electronic Distance Measurement (EDM), tidak memperlihatkan adanya anomali perubahan bentuk tubuh gunung.

Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa hingga saat ini status Gunung Tangkuban Parahu tetap berada pada Level I atau Normal. Meskipun demikian, otoritas tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak lengah. Pengunjung diimbau untuk tidak turun ke dasar kawah, terutama di area Kawah Ratu dan Kawah Upas, guna menghindari paparan gas vulkanik yang berbahaya.

Masyarakat perlu memahami bahwa Gunung Tangkuban Parahu memiliki karakteristik erupsi freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba akibat sistem panas bumi di bawah kawah. Oleh karena itu, pengawasan ketat tetap dilakukan dan evaluasi berkala akan terus diperbarui oleh pihak berwenang. Warga diminta untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi dari instansi terkait demi menjaga keselamatan bersama.