Gunung Semeru, yang terletak di Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Sepanjang Jumat (3/7/2026), gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami tujuh kali erupsi beruntun hanya dalam kurun waktu empat jam, dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.300 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas erupsi pertama terdeteksi pada pukul 06.06 WIB dengan tinggi kolom mencapai 700 meter. Intensitas letusan kemudian bervariasi dengan ketinggian antara 400 meter hingga 1.300 meter. Kejadian letusan tertinggi tercatat pada pukul 07.58 WIB dan 09.48 WIB, yang memuntahkan material abu berwarna kelabu ke arah selatan dan tenggara.

Petugas pengamatan, Liswanto, menegaskan bahwa status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Larangan ini diberlakukan guna meminimalisir risiko dampak awan panas guguran dan aliran lahar.

Selain zona larangan tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter di sepanjang sempadan sungai Besuk Kobokan, serta lima kilometer dari kawah utama. Pihak otoritas menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya lontaran batu pijar, guguran lava, serta banjir lahar dingin yang dapat mengancam aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, khususnya di kawasan Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.