Aktivitas vulkanik Gunung Semeru menunjukkan peningkatan signifikan pada Minggu (28/6/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami lima kali erupsi secara berturut-turut dalam rentang waktu pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi bahwa kolom abu vulkanik teramati membumbung tinggi hingga 1.200 meter di atas puncak. Laporan visual menunjukkan kolom abu tersebut berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat dan barat laut.
Pihak otoritas pemantauan gunung api saat ini telah menetapkan status waspada bagi warga di sekitar lereng. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan segala bentuk aktivitas dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi guna mengantisipasi risiko keselamatan.
Selain ancaman abu vulkanik, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi awan panas guguran serta terjangan lahar dingin yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat akumulasi material vulkanik di puncak.