Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali mencatatkan aktivitas vulkanik yang cukup intens pada Senin, 13 Juli 2026. Berdasarkan laporan terkini dari BPPTKG, puncak gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut terpantau menyemburkan awan panas guguran sebanyak satu kali dengan jarak luncur mencapai dua kilometer ke arah Sungai Boyong.

Selain awan panas, pemantauan instrumen juga mencatat intensitas guguran lava pijar yang cukup tinggi, yakni sebanyak 19 kali dengan jarak luncur serupa ke arah Sungai Boyong. Secara visual, kondisi cuaca di sekitar area gunung dilaporkan cerah dengan suhu udara yang cukup dingin, berkisar antara 15,1 hingga 16,9 derajat Celsius, serta kelembaban udara mencapai 78,3 persen.

Data kegempaan yang dihimpun melalui laman Magma BPPTKG menunjukkan adanya aktivitas seismik yang menonjol. Tercatat sebanyak satu kali gempa awan panas guguran, 31 kali gempa guguran, dan 16 kali gempa hybrid. Kondisi ini mengindikasikan dinamika magma di dalam perut gunung masih terus berlangsung.

Hingga saat ini, pihak berwenang menetapkan status Gunung Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk terus mematuhi rekomendasi dari otoritas vulkanologi serta menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.