Tangerang kini memiliki wajah baru dalam pengembangan olahraga alam terbuka setelah Asosiasi Olahraga Pendaki Gunung Indonesia (AOPGI) Kabupaten Tangerang resmi dikukuhkan. Organisasi yang bernaung di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) ini hadir bukan sekadar sebagai wadah pegiat pendakian, melainkan sebagai ekosistem yang mengintegrasikan aspek edukasi, riset, hingga pelestarian lingkungan.
Ketua Umum AOPGI Kabupaten Tangerang, Budi Nur Indra, menegaskan bahwa pendakian gunung harus dimaknai sebagai instrumen pembentuk karakter. Menurutnya, melalui kegiatan yang terorganisasi, para anggota tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga memupuk kedisiplinan serta kepedulian terhadap ekosistem. Ia berharap organisasi ini dapat tumbuh menjadi mitra strategis yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.
Dukungan serupa datang dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Ali Masiran, perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata, menyatakan bahwa kehadiran AOPGI selaras dengan misi daerah dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan edukatif. Pemerintah berharap sinergi ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga yang berbasis pada pembentukan karakter.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Harian AOPGI Kabupaten Tangerang, Aldi, menjabarkan visi strategis organisasi bertajuk "Menjelajah, Meneliti, Mengabdi". AOPGI berkomitmen untuk menjalin kolaborasi lintas sektor dengan institusi pendidikan serta komunitas akademisi. Langkah ini diambil agar setiap penjelajahan di alam terbuka dapat dikonversi menjadi data penelitian yang bermanfaat sekaligus memperkuat ruang belajar bagi generasi muda.
Dengan terbentuknya kepengurusan ini, AOPGI Kabupaten Tangerang siap bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif. Melalui program-program yang berkelanjutan, organisasi ini menargetkan untuk menyelaraskan hobi pendakian dengan tanggung jawab sosial, menjadikan alam sebagai laboratorium terbuka yang dapat berkontribusi positif bagi kemajuan daerah.