Suasana semarak menyelimuti pelataran Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kalaena pada Jumat (26/6/2026), saat ajang 'Pesta Rakyat Balap Ojek Gabah Ronggeng Racing Team Part 1' resmi dimulai. Perhelatan ini menjadi magnet tersendiri bagi warga lokal, yang memadati lokasi untuk menyaksikan ketangkasan para petani mengendalikan motor angkut hasil panen mereka dalam lintasan balap.
Ojek gabah sendiri merupakan fenomena otomotif unik di pedesaan, di mana sepeda motor dimodifikasi sedemikian rupa untuk menaklukkan medan persawahan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Melalui perlombaan ini, kendaraan yang sehari-hari menjadi tulang punggung mobilitas petani tersebut bertransformasi menjadi sarana rekreasi yang mempererat ikatan sosial antarwarga usai menyelesaikan musim panen.
Sebanyak 60 pembalap dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kategori motor 110 cc standar muatan lokal. Untuk memotivasi para peserta, panitia menyediakan total hadiah sebesar 40 juta rupiah. Tak tanggung-tanggung, Bupati Luwu Timur yang hadir membuka acara secara langsung memberikan dukungan tambahan berupa dua unit sepeda motor bagi pemenang, melampaui permintaan awal panitia yang hanya mengajukan satu unit.
Lebih dari sekadar ajang adu kecepatan, Bupati Luwu Timur berharap kegiatan ini mampu menjadi pemicu pergerakan ekonomi mikro melalui pelibatan pelaku UMKM di sekitar lokasi. Beliau mendorong agar perhelatan ini tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan terus dikembangkan ke depannya. Bahkan, muncul gagasan untuk mengintegrasikan perlombaan traktor dalam edisi berikutnya guna menambah daya tarik kompetisi.
Acara pembukaan tersebut berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran Forkopimcam, Ketua IMI Luwu Timur, serta tokoh masyarakat setempat. Antusiasme yang tinggi dari peserta dan penonton menjadi sinyal positif bahwa kreativitas berbasis kearifan lokal seperti balap ojek gabah memiliki potensi besar untuk menjadi agenda rutin yang dinantikan masyarakat.