Proyek pembangunan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru kini memasuki babak baru dengan penerapan teknologi digital mutakhir. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mengintegrasikan teknologi Building Information Modeling (BIM) hingga level 7D untuk mengoptimalkan seluruh siklus proyek, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi fisik, pengendalian anggaran, hingga manajemen aset jangka panjang.
Sekretaris HKI, Resnu Aditya Wuladarman, menjelaskan bahwa penggunaan BIM dalam proyek ini melampaui visualisasi tiga dimensi (3D) konvensional. Sistem ini telah mencakup dimensi 2D hingga 7D, yang memungkinkan seluruh informasi teknis, tahapan konstruksi, dan data biaya dikelola secara terpusat dalam satu ekosistem digital yang saling terhubung dan terukur.
Untuk menunjang integrasi tersebut, HKI juga mengimplementasikan sistem Common Data Environment (CDE). Platform ini berfungsi sebagai pusat pengelolaan dokumen proyek secara digital, memungkinkan setiap pemangku kepentingan mengakses data terkini—seperti gambar teknis dan revisi desain—secara waktu nyata (real-time). Hal ini dinilai krusial guna meminimalkan risiko kesalahan akibat penggunaan data yang tidak sinkron di lapangan.
Di sisi operasional lapangan, tim konstruksi memanfaatkan teknologi survei digital berbasis fotogrametri drone. Inovasi ini mampu mempercepat proses verifikasi progres pekerjaan timbunan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, yang kemudian dijadikan acuan utama dalam perhitungan volume pekerjaan serta proses pembayaran proyek.
Sinergi antara teknologi BIM, CDE, dan survei digital ini menciptakan alur kerja yang lebih ramping dan transparan. Dengan dukungan teknologi tersebut, pengerjaan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru diharapkan dapat selesai sesuai target pada Februari 2027, sekaligus menjamin kualitas infrastruktur yang lebih presisi dan dapat dikelola secara efektif di masa depan.