Upaya mempercepat swasembada pangan nasional kini semakin difokuskan melalui adopsi teknologi pertanian terintegrasi. Langkah strategis ini mengemuka dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII yang diselenggarakan di Limboto, Gorontalo, sebagai wadah untuk memperkenalkan solusi pertanian modern kepada para petani di seluruh pelosok negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Syngenta Indonesia turut berpartisipasi aktif dengan memamerkan serangkaian inovasi benih unggul, di antaranya varietas padi hibrida NK Ningrat serta jajaran jagung bioteknologi seri NK Sakti. Produk-produk ini dirancang khusus dengan keunggulan adaptasi terhadap herbisida serta ketahanan terhadap serangan hama penggerek batang, yang diharapkan mampu mendongkrak hasil panen petani secara signifikan.

Selain inovasi benih, perusahaan juga menghadirkan solusi perlindungan tanaman mutakhir seperti MIRAVIS Duo®, INCIPIO® 200 SC, dan CUPRINOMAT. Untuk mempermudah edukasi di lapangan, Syngenta meluncurkan inisiatif 'Syngenta Heroes', sebuah metode komunikasi berbasis karakter yang dirancang agar petani lebih mudah memahami aplikasi teknologi dan praktik budidaya yang berkelanjutan.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia menjelaskan bahwa seluruh upaya ini merupakan perwujudan dari visi 'Petani MAJU'. Program ini berlandaskan pada empat pilar utama, yakni maksimalisasi profitabilitas petani, akselerasi inovasi, kolaborasi dalam keberlanjutan, serta sinergi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat sektor agribisnis di Indonesia.

Antusiasme pengunjung terlihat jelas dari tingginya kunjungan ke booth Syngenta selama perhelatan berlangsung, termasuk kunjungan dari berbagai pejabat daerah yang mendiskusikan implementasi teknologi modern seperti penggunaan drone di sektor pertanian. Keterlibatan aktif ini menjadi sinyal kuat komitmen swasta dalam mendukung agenda prioritas pemerintah demi mencapai kemandirian pangan nasional.