Aktivitas pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara mencatat lonjakan signifikan pada Mei 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa volume akuisisi logam mulia ini telah mencapai level tertinggi kedua sepanjang tahun berjalan, mencerminkan strategi penguatan cadangan devisa global.
Marissa Salim, Pemimpin Riset Senior APAC di Dewan Emas Dunia (World Gold Council/WGC), mengonfirmasi bahwa bank sentral dunia kembali masuk dalam mode agresif untuk menambah kepemilikan emas mereka. Fenomena ini didorong oleh aksi beli yang intens dari sejumlah negara, dengan Polandia dan China sebagai kontributor terbesar dalam tren pembelian tersebut.
Kondisi ini turut memberikan dampak positif terhadap sentimen pasar keuangan global. Hingga penutupan perdagangan pada Jumat (3/7/2026), harga emas di pasar spot tercatat menguat sebesar 1,27% ke posisi US$4.174,10 per troy ons. Kenaikan harga ini seolah merespons tingginya permintaan institusional yang dilakukan oleh otoritas moneter lintas negara tersebut.