Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang berlokasi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Selasa, 7 Juli 2026. Berdasarkan pantauan terkini, gunung api setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 11 kali.
Material vulkanik tersebut terpantau mengarah ke sektor barat, tepatnya ke alur Sungai Sat dan Sungai Putih dengan jarak luncur mencapai dua kilometer. Secara visual, kondisi cuaca di sekitar kawasan puncak dilaporkan cerah hingga berawan, memungkinkan pengamatan asap kawah berwarna putih setinggi 15 meter dari puncak.
Data kegempaan yang tercatat di laman Magma Indonesia menunjukkan intensitas aktivitas seismik yang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 28 kali gempa guguran dan 18 kali gempa hybrid terjadi selama periode pengamatan. Kondisi ini mencerminkan dinamika aktivitas magma di dalam tubuh gunung yang masih berlangsung.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada mengikuti arahan dari otoritas berwenang. Mengingat Gunung Merapi saat ini masih berada pada status Level III (Siaga), aktivitas pendakian maupun kegiatan di zona rawan bahaya tetap dilarang demi keselamatan warga dan pengunjung di sekitar lereng Merapi.