Gunung Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kini menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, eskalasi ini terlihat dari meningkatnya intensitas erupsi serta munculnya suara dentuman yang cukup kuat sejak pertengahan Juni hingga awal Juli 2026.
Petugas PGA Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, mengungkapkan bahwa meskipun terjadi lonjakan kegempaan, status gunung api tersebut sejauh ini masih ditetapkan pada Level II atau Waspada. Fenomena dentuman yang terjadi bahkan dilaporkan mampu menggetarkan dinding rumah serta kaca jendela warga yang berdomisili di sekitar kawasan kaki gunung.
Data pemantauan menunjukkan angka yang cukup tinggi untuk berbagai jenis gempa. Sepanjang bulan Juni 2026, tercatat sebanyak 1.746 gempa erupsi dan 2.198 gempa hembusan. Tren peningkatan ini berlanjut hingga minggu pertama Juli, di mana intensitas seismik masih terpantau cukup aktif dibandingkan periode sebelumnya.
Selain ancaman gempa, pengamatan visual mendapati adanya kolom erupsi yang mencapai ketinggian hingga 600 meter di atas puncak. Lontaran material pijar juga terdeteksi tersebar sejauh 100 hingga 500 meter ke beberapa arah, termasuk sektor tenggara dan selatan gunung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan instruksi tegas agar masyarakat, pendaki, maupun wisatawan menghindari zona larangan dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diimbau untuk tidak panik menghadapi suara dentuman, serta disarankan menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi potensi paparan abu vulkanik.