Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada Minggu (12/7/2026). Sepanjang hari, gunung api aktif tersebut tercatat mengalami delapan kali erupsi dengan letusan tertinggi mencapai 900 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa rentetan erupsi dimulai sejak pukul 05.50 WIB dengan ketinggian kolom abu 600 meter yang mengarah ke tenggara. Intensitas erupsi berlanjut secara berkala hingga mencapai puncaknya pada letusan kedelapan pukul 19.00 WIB, dengan tinggi kolom erupsi teramati mencapai 4.576 meter di atas permukaan laut dan abu yang mengarah ke utara.

Hingga laporan ini disusun, status Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan protokol keamanan ketat bagi warga di sekitar lereng gunung. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, otoritas terkait menekankan larangan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah utama guna mengantisipasi ancaman lontaran batu pijar. Warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko awan panas, guguran lava, dan aliran lahar dingin yang berpotensi menyapu alur sungai, terutama di sepanjang Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan Besuk Kobokan.