Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Kamis (2/7/2026), puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terpantau meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 4.000 meter ke arah tenggara.
Selain awan panas, pos pengamatan melaporkan terjadinya erupsi eksplosif yang memuntahkan kolom abu setinggi 1.500 meter dari puncak kawah. Abu vulkanik yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal, mengarah ke sektor tenggara gunung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menegaskan bahwa hingga saat ini status aktivitas gunung masih bertahan pada Level 3 atau Siaga. Mengingat tingginya potensi bahaya, pihak berwenang memberikan peringatan tegas kepada seluruh warga maupun pendaki agar tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat yang berdomisili di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi ancaman awan panas susulan, guguran lava, serta banjir lahar dingin. Imbauan ini menjadi langkah preventif vital untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa di tengah ketidakpastian kondisi aktivitas gunung api tersebut.