Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan infrastruktur olahraga dan peningkatan fasilitas bagi para atlet di wilayahnya. Langkah ini diambil usai dirinya menyerap aspirasi warga dan jajaran pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Malang dalam agenda Reses Masa Sidang III Tahun 2026.

Dalam pertemuan tersebut, penyediaan sarana olahraga menjadi salah satu poin krusial yang disuarakan masyarakat. Puguh mengungkapkan bahwa Kota Malang saat ini masih kekurangan wadah untuk beberapa cabang olahraga spesifik, salah satunya adalah ketiadaan sirkuit atau venue untuk sepatu roda. Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim ini berjanji akan memperjuangkan alokasi fasilitas latihan yang memadai guna menunjang pembinaan atlet berprestasi sejak dini.

Selain sektor olahraga, ruang dialog tersebut juga menyoroti peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Perwakilan warga PSHT menyampaikan urgensi perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik demi menciptakan iklim belajar-mengajar yang lebih optimal di sekolah-sekolah setempat.

Isu krusial lain yang tidak luput dari pembahasan adalah masalah kemacetan lalu lintas di Kota Malang yang semakin padat. Puguh menilai tingginya mobilitas harian yang disumbang oleh pekerja, wisatawan, serta kehadiran sekitar 350 ribu mahasiswa memerlukan solusi transportasi publik yang terintegrasi. Ia kembali mengingatkan pentingnya konsep transportasi massal seperti gagasan "Angkot Halokes" atau angkutan sekolah khusus untuk mengurai kepadatan di jam-jam sibuk.

Menutup agenda resesnya, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya ini mengapresiasi seluruh masukan produktif dari warga. Ia memastikan seluruh usulan dan keluhan masyarakat tersebut akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi untuk diperjuangkan dalam rapat kerja bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.