Grup bisnis milik Hashim Djojohadikusumo, Arsari Group, melalui entitas usahanya PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), secara resmi telah menuntaskan akuisisi mayoritas saham PT Infra Fiber Teknologi (IFT) dari PT Indosat Tbk (ISAT). Transaksi bernilai jumbo, yakni Rp11,71 triliun tersebut, menandai salah satu langkah korporasi paling signifikan di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional sepanjang tahun ini.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, pengambilalihan ini melibatkan penjualan 84,9 persen saham IFT kepada NFT. Sementara itu, sisa kepemilikan sebesar 15,1 persen dialihkan melalui mekanisme inbreng. Skema ini menempatkan NFT sebagai pemegang saham pengendali baru yang akan mengelola aset jaringan serat optik milik IFT ke depannya.
Bagi pihak Indosat, divestasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam mengoptimalkan aset sekaligus memperkuat struktur permodalan. Kendati melepas kendali atas IFT, Indosat tetap menjaga posisi strategisnya dalam bisnis infrastruktur digital. Melalui kepemilikan sebesar 49,68 persen saham di NFT, perseroan dipastikan tetap menikmati keuntungan ekonomi dari pertumbuhan industri serat optik di masa depan.
Langkah korporasi ini tidak hanya mempertegas konsolidasi aset infrastruktur di pasar telekomunikasi, tetapi juga memberikan fleksibilitas bagi kedua belah pihak untuk fokus pada pengembangan bisnis inti mereka. Dengan dukungan modal dari Arsari Group, diharapkan pengembangan jaringan serat optik dapat semakin masif, yang pada akhirnya akan memperkuat ekosistem digital nasional secara keseluruhan.