Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan imbauan tegas bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Masyarakat serta pengunjung diminta untuk tidak mendekati area tepi kawah, terutama di titik Kawah II atau Tiwu Ko'ofai Nuwamuri, demi meminimalisir risiko keselamatan dari potensi letusan freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Instruksi ini dikeluarkan menyusul hasil pemantauan teknis pada 4 Juli 2026 yang mencatat adanya penurunan suhu air di Kawah II dari 35 derajat Celsius menjadi 33,2 derajat Celsius. Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa penurunan suhu tersebut terpantau stabil dibandingkan data pengukuran akhir Juni lalu. Meski suhu menurun, warna air danau tetap konsisten berwarna hijau muda sejak pertengahan Juni 2026.
Lana Saria menambahkan bahwa fluktuasi suhu tersebut tidak dibarengi dengan perubahan signifikan pada aktivitas kegempaan maupun intensitas hembusan asap di permukaan danau. Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu masih berada pada Level I atau Normal. Sebagai informasi, Danau Kawah I memiliki warna hijau tosca, Kawah II berwarna hijau muda, dan Kawah III berwarna hijau tua.
Menanggapi tingginya animo kunjungan ke destinasi wisata ini, pihak otoritas geologi menekankan pentingnya kepatuhan terhadap zonasi aman. Badan Geologi juga mendorong pemerintah daerah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk terus menjalin koordinasi intensif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu di Desa Waturaka guna memastikan mitigasi bencana berjalan efektif dan preventif.