Kreator konten sekaligus figur publik, Denny Sumargo, memberikan klarifikasi mendalam terkait pembahasan mengenai Gunung Kawi dalam salah satu episode siniar (podcast) miliknya yang sempat memicu perbincangan hangat di jagat maya. Langkah ini diambil bukan untuk melanggengkan mitos pesugihan, melainkan demi meluruskan pandangan miring masyarakat luas terhadap kawasan tersebut.
Denny mengungkapkan bahwa inisiatif mengangkat topik ini bermula dari aduan warga setempat yang merasa tidak nyaman dengan citra negatif yang disematkan pada tempat tinggal mereka. Masyarakat lokal merasa dirugikan karena seluruh wilayah Gunung Kawi kerap kali disamaratakan sebagai pusat ritual mistis pencarian kekayaan secara instan.
Saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Rabu (15/7/2026), Denny memaparkan bahwa warga sekitar merasa wilayah mereka menjadi salah satu tempat yang paling banyak menerima praduga keliru. Padahal, kehidupan sosial dan bentang alam di sana tidak sepenuhnya berkaitan dengan praktik-praktik mistis seperti yang ramai dibayangkan publik.
Meskipun demikian, mantan atlet basket nasional ini tidak menepis adanya aktivitas pesugihan yang dijalankan oleh oknum-oknum tertentu di titik-titik khusus. Namun, ia menekankan pentingnya objektivitas agar masyarakat tidak melakukan generalisasi yang merugikan populasi lokal secara keseluruhan.
Melalui siniarnya, Denny berharap dapat menjembatani suara warga sekitar sekaligus menyajikan perspektif yang lebih adil dan berimbang. Dengan begitu, stigma buruk yang selama ini membayangi Gunung Kawi dapat perlahan terkikis dan digantikan oleh pemahaman yang lebih akurat.