Ajang Indonesia International Open (IIO) 2026 resmi berakhir dengan menempatkan pebiliar Indonesia, Irsal Nasution, sebagai satu-satunya wakil tuan rumah yang sukses melaju hingga babak semifinal. Meskipun belum mampu meraih gelar juara, prestasi tersebut mendapat apresiasi positif dari Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) sebagai modal berharga untuk meningkatkan kualitas atlet nasional.

Sekretaris Jenderal PB POBSI, Achmad Fadil Nasution, menyatakan bahwa keterlibatan atlet dalam turnamen berskala internasional seperti IIO 2026 sangat vital bagi pengembangan mental dan teknik. Menurutnya, pengalaman berhadapan dengan pebiliar elit dari mancanegara menjadi sarana belajar yang efektif guna mengadopsi standar permainan global ke dalam ekosistem biliar tanah air.

Gelar juara pada turnamen yang berlangsung di Pro Billiard Center tersebut akhirnya diraih oleh pebiliar asal Filipina, Carlo Biado. Dalam partai final yang sengit, ia berhasil mengungguli rekannya, Paolo Gallito, dengan skor tipis 10-9. Kesuksesan turnamen yang diikuti 128 atlet dari 21 negara ini semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi biliar bergengsi dengan total hadiah mencapai Rp1,7 miliar.

Menatap masa depan, PB POBSI tidak ingin berhenti pada capaian semifinal semata. Fadil menegaskan komitmen federasi untuk terus mendorong atlet Indonesia agar mampu menembus babak final dan membawa pulang gelar juara pada penyelenggaraan berikutnya. Konsistensi dalam menggelar turnamen internasional ini diharapkan menjadi katalisator bagi biliar nasional untuk tampil lebih kompetitif dan disegani di kancah global.

Irsal Nasution sendiri mengungkapkan kepuasan atas pengalamannya bersaing di level tertinggi. Baginya, melangkah hingga babak empat besar merupakan pencapaian membanggakan dalam debutnya di turnamen sebesar IIO. Pengalaman berharga ini diharapkan mampu memicu motivasi dirinya serta atlet lainnya untuk terus memperbaiki performa demi target prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.