Raksasa industri makanan dan minuman global, Danone, resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperkokoh posisi bisnisnya di Indonesia. Sebagai pasar kelima terbesar bagi perusahaan di skala dunia, Indonesia dipandang sebagai wilayah dengan dinamika pertumbuhan yang sangat krusial bagi keberlangsungan jangka panjang perusahaan.

Untuk merespons tantangan industri modern, Danone melakukan transformasi besar-besaran pada lini produksinya dengan mengadopsi kecerdasan buatan (AI). Pergeseran fokus dilakukan dari tenaga kerja mekanis konvensional menuju pengembangan insinyur digital, yang memungkinkan operator pabrik melakukan pemantauan mesin berbasis data mutakhir. Inovasi ini diakui memberikan dampak signifikan pada sektor perencanaan dan logistik, terutama dalam memetakan rantai pasok global serta proyeksi biaya bahan baku.

Selain aspek manufaktur, perusahaan juga merambah ke ranah kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi digital. Danone tengah menyiapkan inovasi pemindaian zat besi pada ibu dan bayi hanya melalui deteksi iris mata menggunakan telepon pintar. Langkah ini diharapkan menjadi solusi deteksi dini untuk menekan prevalensi anemia di Indonesia, yang disandingkan dengan penyediaan nutrisi berbasis sains.

Di sisi operasional hijau, Danone tetap konsisten menerapkan prinsip tanggung jawab produsen yang diperluas atau Extended Producer Responsibility (EPR). Meski investasi pada kemasan ramah lingkungan dan penggunaan plastik daur ulang (rPET) memerlukan biaya tinggi, perusahaan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kunci utama keberlanjutan. Saat ini, sekitar 70 persen bisnis air mineral Danone telah beralih ke sistem galon guna ulang sebagai upaya nyata mengurangi jejak karbon dan sampah plastik di Tanah Air.