Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan melakukan kunjungan kerja strategis ke RSUD dr. Rasidin, Kota Padang, pada Sabtu (4/7/2026). Lawatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dengan fokus utama pada optimalisasi Program Rujuk Balik (PRB).

Kunjungan yang dipimpin oleh anggota Dewas BPJS Kesehatan, Paulus Agung Pambudhi, ini menjadi momentum krusial bagi pihak rumah sakit untuk membedah tantangan di lapangan. Direktur RSUD dr. Rasidin, dr. Lismawati, menyambut baik dialog ini sebagai ruang untuk menyampaikan kendala operasional yang kerap dihadapi tenaga medis, baik di instalasi rawat jalan maupun unit gawat darurat.

Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa Program Rujuk Balik—yang mengarahkan pasien stabil kembali ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas—menghadapi kendala kompleksitas klinis. Paulus Agung Pambudhi menyoroti bahwa banyak pasien dengan komorbiditas memerlukan penanganan khusus yang membuat transisi pelayanan ke fasilitas primer tidak selalu berjalan mulus.

Selain faktor klinis, isu krusial yang turut dibahas adalah stabilitas ketersediaan obat. Dewas BPJS Kesehatan mengakui bahwa kekosongan stok obat di tingkat fasilitas kesehatan dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sistem JKN. Sebagai tindak lanjut, BPJS Kesehatan saat ini tengah memformulasikan kebijakan tata kelola obat baru yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

Paulus menegaskan bahwa keberhasilan PRB sangat bergantung pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan sarana penunjang di puskesmas. Melalui sinergi yang lebih kuat antara rumah sakit dan fasilitas primer, pihak pengawas optimistis kualitas layanan kesehatan bagi peserta JKN di Kota Padang akan terus membaik ke depannya.