Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman menggelar Survei Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) guna memetakan kondisi kebugaran fisik masyarakat secara riil. Kegiatan pengambilan sampel data kesehatan ini dipusatkan di Lapangan Ganjuran, Padukuhan Manukan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman.

Survei tersebut melibatkan 30 warga setempat yang mewakili kelompok usia produktif antara 10 hingga 60 tahun, terdiri atas 15 laki-laki dan 15 perempuan. Melalui metode berbasis data lapangan ini, pemerintah daerah berupaya mengukur sejauh mana efektivitas budaya olahraga di tingkat akar rumput serta dampaknya terhadap kesehatan jasmani publik.

Perwakilan Dispora Sleman, Joko Susilo, menerangkan bahwa IPO merupakan instrumen pengukuran terstandardisasi yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Beberapa indikator utamanya meliputi tingkat partisipasi olahraga masyarakat, kebugaran fisik, ketersediaan sumber daya manusia olahraga, hingga akses terhadap ruang terbuka publik yang memadai.

Joko menegaskan bahwa data yang terkumpul dari survei lapangan ini akan dijadikan landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan olahraga daerah. Dengan adanya data yang akurat, program pembinaan olahraga di masa mendatang diharapkan dapat dirancang lebih presisi dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam aspek pengujian fisik, tim penguji menerapkan metode Beep Test untuk mengukur kapasitas aerobik maksimal (VO2Max) serta ketahanan jantung dan paru-paru peserta. Seluruh partisipan ditantang melakukan lari bolak-balik sepanjang 20 meter mengikuti ritme isyarat audio yang terus meningkat kecepatannya di setiap tingkatan.

Dukuh Manukan, Beti Kartiningrum, mengapresiasi langkah Dispora Sleman yang memilih wilayahnya sebagai lokasi survei. Ia berharap program ini tidak sekadar menjadi kegiatan pengumpulan data formal, melainkan mampu memotivasi warga sekitar untuk lebih aktif dan konsisten dalam menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung kompetitif tersebut, panitia memberikan apresiasi khusus kepada dua peserta dengan capaian skor Beep Test tertinggi. Pemerintah Kabupaten Sleman berharap tertib administrasi data kebugaran ini dapat mendorong terciptanya regulasi olahraga komunal yang berkelanjutan.