PT Home Credit Indonesia kembali memperkuat posisinya di pasar pembiayaan konsumtif nasional. Langkah strategis ini dilakukan dengan memanfaatkan momentum gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, yang diproyeksikan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan daya beli masyarakat selama periode liburan sekolah.
Langkah ekspansi tersebut didasari oleh performa keuangan perusahaan yang solid pada awal tahun. Tercatat, sepanjang kuartal I/2026, Home Credit berhasil membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, yang sekaligus menjadi bukti meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap layanan pembiayaan tanpa kartu kredit.
Chief Sales Officer Home Credit Indonesia, Dolly Susanto, menyatakan bahwa Jakarta Fair merupakan ajang krusial dalam siklus ritel tahunan. Pihaknya berkomitmen untuk hadir sebagai solusi finansial yang inklusif bagi pengunjung, baik untuk kebutuhan perangkat digital seperti smartphone dan laptop, maupun peralatan elektronik rumah tangga yang permintaannya cenderung melonjak saat musim libur dan persiapan tahun ajaran baru.
Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, perusahaan menerapkan skema cicilan yang terjangkau bagi produk dengan harga mulai dari Rp1 jutaan. Sebagai contoh, konsumen dapat mencicil produk senilai Rp2,7 juta dengan angsuran sekitar Rp300 ribu per bulan selama 15 bulan, lengkap dengan proteksi tambahan. Proses pengajuan pun dibuat ringkas, yakni hanya bermodalkan KTP tanpa memerlukan kartu kredit.
Guna memaksimalkan layanan di area pameran, Home Credit menggandeng 38 mitra ritel ternama seperti Erafone, iBox, LG, Sharp, hingga Digimap. Selain bertransaksi langsung di gerai mitra, pengunjung dapat mengunjungi booth Home Credit di Hall D Nomor 4B untuk melakukan pengecekan limit kredit secara mandiri melalui aplikasi My Home Credit.
Dengan capaian positif pada kuartal pertama, perusahaan optimistis tren permintaan pembiayaan akan terus menanjak sepanjang sisa tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh diversifikasi produk pembiayaan yang semakin relevan dengan pola konsumsi masyarakat modern saat ini.