Kunci sukses keberlanjutan sebuah usaha tidak hanya terletak pada penjualan pertama, melainkan pada kemampuan mempertahankan loyalitas pelanggan agar melakukan pembelian berulang. Prinsip fundamental ini menjadi fokus utama dalam Pelatihan Manajemen Kewirausahaan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Karang Taruna Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kegiatan edukatif yang berlangsung di Kantor Desa Tinggimae pada Sabtu (1/8/2026) tersebut diinisiasi oleh TIM Cara’de melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO). Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pelaku usaha mikro di desa setempat dengan strategi bisnis yang lebih matang dan berorientasi jangka panjang.
Hadir sebagai narasumber, Yusran, S.TP., M.Si., menyoroti kekeliruan klasik yang kerap dilakukan oleh pengusaha pemula. Ia menjelaskan bahwa banyak pelaku bisnis baru yang terlalu fokus pada transaksi pertama dan mengabaikan pentingnya membangun hubungan setelahnya.
Menurut Yusran, siklus bisnis yang sehat bergerak secara berurutan mulai dari menarik minat konsumen, menciptakan transaksi, mendorong pembelian kembali, hingga akhirnya pelanggan secara sukarela merekomendasikan produk kepada orang lain. Oleh karena itu, menjaga kepercayaan pembeli dinilai sebagai fondasi krusial agar usaha warga di tingkat desa mampu bertahan dan bersaing di pasar.