Kementerian Koperasi secara resmi mulai mengintegrasikan peran koperasi ke dalam ekosistem industri hilir kelapa sawit. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kemitraan dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk membangun unit pengolahan Crude Palm Oil (CPO) yang dikelola langsung oleh koperasi.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto guna memperbaiki tata niaga komoditas sawit. Dengan masuk ke sektor pengolahan, petani diharapkan tidak lagi sekadar menjadi penyedia bahan mentah, melainkan memiliki kendali atas nilai tambah produk yang dihasilkan.
Sebagai bentuk awal dari pemberdayaan ini, pemerintah telah menyiapkan peresmian pabrik CPO milik koperasi yang berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Pabrik ini nantinya akan memproduksi minyak goreng atau minyak makan merah yang didistribusikan langsung ke koperasi-koperasi desa, sebuah upaya untuk menciptakan kemandirian ekonomi dari hulu ke hilir.
Sementara itu, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Muhammad Abdul Ghani, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan alokasi lahan seluas 250 ribu hektare khusus untuk dikelola oleh 250 koperasi sebagai kebun plasma. Selain fokus pada industri sawit, perusahaan juga menargetkan perluasan kemitraan dengan koperasi untuk pengembangan komoditas strategis lainnya seperti kedelai, jagung, dan singkong guna mendukung swasembada pangan serta energi nasional.