Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Partai Golkar berkomitmen penuh menjadi organisasi politik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurut Bahlil, isu emansipasi dan kesetaraan gender bukan sekadar wacana, melainkan telah lama diimplementasikan melalui kebijakan nyata di internal partai.

Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan penunjukan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI. Keputusan ini dinilai Bahlil sebagai bukti bahwa Golkar memberikan ruang luas bagi kader perempuan untuk menempati posisi strategis di puncak kepemimpinan lembaga negara, melampaui standar kuota 30 persen keterwakilan di parlemen.

Penunjukan Sari Yuliati sendiri dilakukan dalam rangka suksesi kepemimpinan di kursi pimpinan DPR. Posisi ini sebelumnya dipegang oleh Adies Kadir yang kini mengemban tugas baru sebagai hakim Mahkamah Konstitusi. Bahlil memastikan bahwa Adies telah resmi melepas status keanggotaannya di partai demi menjamin independensi lembaga peradilan.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PP AMPG, Sandi Rahmat Mandela, memuji langkah ini sebagai wujud keberhasilan sistem kaderisasi meritokratis yang diterapkan Golkar. Ia menilai sosok Sari Yuliati, yang memiliki latar belakang pendidikan teknokrat sebagai insinyur teknik sipil, mampu membawa perspektif baru yang berbasis pada data dan presisi dalam menjalankan fungsi legislatif.

Lebih lanjut, Sandi menyebut Sari sebagai panutan bagi generasi muda di Golkar. Rekam jejak Sari yang meniti karier dari bawah melalui berbagai organisasi sayap partai hingga menjadi Bendahara Umum, dianggap sebagai bukti bahwa kepemimpinan yang solid lahir dari proses pengabdian panjang, bukan jalan pintas.