Sejumlah organisasi yang bernaung di bawah payung Industries Unite di Malaysia secara resmi mengajukan desakan kepada pemerintah untuk merumuskan peta jalan penghapusan pajak hiburan secara bertahap. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memperkuat sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif di negara tersebut.
Juru Bicara Industries Unite, Datuk David Gurupatham, menyatakan bahwa beban pajak yang saat ini mencapai 25% dirasa tidak lagi relevan, mengingat sektor hiburan bukanlah komoditas mewah. Menurutnya, tingginya tarif pajak tersebut secara langsung berdampak pada kenaikan harga tiket, yang akhirnya membebani daya beli masyarakat luas.
David menjelaskan bahwa dengan menurunkan atau menghapus pajak hiburan, harga tiket yang lebih terjangkau diharapkan mampu memicu lonjakan jumlah pengunjung. Dampak domino dari peningkatan kunjungan ini diprediksi akan merangsang sektor pendukung lainnya, seperti perhotelan, layanan kuliner, transportasi, hingga bisnis ritel, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan negara melalui perputaran ekonomi yang lebih masif.
Lebih lanjut, David menyoroti ketertinggalan Malaysia dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Hong Kong, dan Australia yang telah menempuh kebijakan serupa untuk menarik produksi internasional, penyelenggaraan acara global, serta investasi swasta. Ia menekankan bahwa kerangka pajak yang kompetitif sangat krusial agar Malaysia mampu bersaing di panggung internasional sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Meski menyadari bahwa pajak hiburan selama ini merupakan salah satu sumber pendapatan negara, Industries Unite menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan negara bagian untuk melakukan reformasi kebijakan. Perubahan ini dipandang sebagai langkah krusial dalam menciptakan ekosistem industri yang lebih dinamis, sekaligus menyediakan sarana rekreasi keluarga yang lebih terjangkau bagi masyarakat Malaysia.