Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menekankan pentingnya perubahan fundamental dalam pola pelayanan kesehatan masyarakat. Saat memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten TTU di Aula Dinas Kesehatan pada Selasa (21/7/2026), ia menegaskan bahwa aparatur kesehatan harus memprioritaskan kepentingan warga secara nyata.

Dalam instruksinya, Bupati Yosep meminta para tenaga medis untuk mengubah total paradigma kerja lama. Ia mengingatkan bahwa petugas kesehatan sejatinya bertugas melayani masyarakat, bukan justru minta dilayani. Pelayanan yang cepat, ramah, presisi, dan profesional menjadi tolak ukur penting dalam menghadirkan representasi pemerintah di tengah warga.

Selain perubahan sikap, manajemen penanganan pasien juga menjadi sorotan utama. Bupati mendesak perbaikan kedisiplinan staf puskesmas, ketepatan diagnosis medis melalui pemeriksaan intensif, hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat tata kelola layanan kesehatan yang profesional dan patuh aturan.

Terkait penanganan stunting, Pemerintah Kabupaten TTU menetapkan target ambisius untuk menekan prevalensi stunting hingga angka 32 persen pada tahun 2027. Untuk mencapai target ini, para Kepala Puskesmas diinstruksikan memantau langsung kondisi ibu hamil dan balita, serta aktif mengedukasi warga agar menghentikan kebiasaan adat yang menghalangi konsumsi makanan bergizi.

Sebagai penutup, Bupati mendorong para pimpinan Puskesmas untuk lebih sering turun ke lapangan, berkolaborasi dengan berbagai sektor, dan memanfaatkan basis data kesehatan secara akurat. Langkah kolektif ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus melepaskan Kabupaten TTU dari status daerah tertinggal.