Pemerintah secara resmi telah memberlakukan Keputusan Nomor 179/2026/ND-CP yang menandai pergeseran paradigma dalam pemberian dukungan pendidikan. Jika sebelumnya bantuan disalurkan melalui lembaga, kini pemerintah memberikan beasiswa langsung kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang ilmu dasar, teknik utama, dan teknologi strategis. Kebijakan yang efektif mulai 15 Juli ini menargetkan mahasiswa berprestasi yang masuk dalam 30 persen peringkat teratas di bidang terkait.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperluas ekosistem STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). Data dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menunjukkan bahwa saat ini terdapat sekitar 771.475 mahasiswa yang menekuni bidang STEM. Target ambisius telah ditetapkan untuk meningkatkan proporsi mahasiswa di sektor ini hingga mencapai 35 persen pada tahun 2030, demi menjawab tantangan inovasi global dan kebutuhan industri masa depan.

Dukungan finansial yang diberikan bervariasi antara 3,7 hingga 5,5 juta VND per bulan, tergantung pada program yang diambil. Untuk tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar 1,3 triliun VND yang diperkirakan akan menjangkau 30.000 mahasiswa. Sejumlah universitas ternama, seperti Universitas Sains dan Teknologi Hanoi serta Universitas Ekonomi Nasional, telah mengintegrasikan program ini ke dalam strategi pengembangan universitas digital dan ekosistem inovasi mereka.

Para pakar pendidikan menyambut positif langkah ini, namun menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif. Selain pemberian beasiswa, investasi pada infrastruktur laboratorium dan pengembangan kualitas staf pengajar dinilai krusial agar ilmu dasar tetap relevan dengan kebutuhan industri. Fokus pada disiplin ilmu fundamental ini dipandang sebagai fondasi utama bagi generasi muda dalam menguasai teknologi strategis yang akan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi nasional di masa depan.