Tahun 2026 menjadi babak baru bagi Aldi Taher dalam menapaki karier di luar dunia hiburan. Sosok yang dikenal eksentrik ini secara mengejutkan mengumumkan peluncuran 12 unit bisnis baru yang mencakup berbagai sektor, mulai dari industri kuliner hingga fesyen. Ekspansi yang tergolong masif dan cepat ini dilakukan Aldi melalui serangkaian promosi aktif di media sosial pribadinya.
Strategi pemasaran yang diusung Aldi tetap mempertahankan gaya khasnya yang memadukan promosi komersial dengan kutipan religius serta motivasi. Beberapa unit bisnis yang telah diperkenalkan di antaranya adalah Aldi’s Burger, Aldi’s Coffee di kawasan Blok M, Ayam Goreng Basah Aldi Taher, hingga produk camilan Aldi’s Mochi. Masing-masing usaha tersebut dikemas dengan narasi unik yang bertujuan menarik atensi pasar secara luas.
Namun, di balik geliat bisnis yang tampak pesat tersebut, tidak sedikit warganet yang melontarkan kritik dan skeptisisme. Kecepatan Aldi dalam membuka belasan usaha dalam waktu singkat memicu spekulasi liar di media sosial, termasuk munculnya tudingan miring mengenai dugaan pencucian uang. Keraguan publik ini mencerminkan fenomena umum di mana figur publik sering kali harus menghadapi pengawasan ketat terhadap keabsahan serta keberlanjutan bisnis mereka.
Terlepas dari berbagai komentar negatif yang mengalir, Aldi Taher tetap menunjukkan komitmen untuk menjalankan visi bisnisnya. Ia tampaknya berupaya keras untuk mengubah citra diri dari sekadar seorang penghibur (entertainer) menjadi pelaku usaha yang serius. Kini, tantangan bagi Aldi adalah pembuktian keberhasilan usahanya secara nyata di lapangan guna menjawab keraguan publik yang masih menyelimuti ekspansinya.