Indonesia kembali menegaskan kesiapannya sebagai penyelenggara ajang olahraga internasional kelas dunia melalui gelaran 8th Asian Taekwondo Indonesia Championships 2026. Turnamen bergengsi berskala internasional ini menandai kembalinya kejuaraan taekwondo akbar ke tanah air setelah hampir dua dekade absen. Selain menjadi arena kompetisi, ajang ini juga diproyeksikan menjadi katalis penting dalam mendorong sektor pariwisata olahraga (sport tourism) nasional.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, mengungkapkan bahwa kesuksesan menjadi tuan rumah dicapai melalui proses bidding yang ketat mengalahkan kompetitor kuat seperti Malaysia dan India. Kejuaraan ini juga diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun TNI ke-81 dengan dukungan penuh dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Kehadiran delegasi dari 36 negara lintas benua—Asia, Eropa, hingga Australia—menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia terhadap Indonesia.
Apresiasi tinggi turut datang dari Presiden Asian Taekwondo Union (ATU), Kim Sang-jin, yang memuji keramahtamahan serta profesionalisme panitia penyelenggara di bawah kepemimpinan PBTI. Dalam upacara pembukaan, komitmen dukungan pemerintah diperkuat dengan penyematan sabuk hitam DAN Kukkiwon kehormatan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet, pejabat tinggi TNI, serta kepala daerah dari berbagai provinsi.
Di atas matras pertandingan, tim Merah Putih menunjukkan performa impresif. Hingga Minggu (2/8/2026) siang, kontingen Indonesia berhasil mengamankan 6 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Salah satu raihan emas disumbangkan oleh atlet pelatnas, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy, yang turun di nomor recognized under 30. Hafizh menyatakan ajang level G2 ini sangat krusial bagi para atlet nasional untuk mengumpulkan poin kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Pada kejuaraan kali ini, PBTI menurunkan kekuatan penuh dengan mengirimkan 31 atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas), yang terdiri dari 20 atlet kategori kyorugi dan 11 atlet kategori poomsae. Rangkaian kompetisi berlangsung ketat, di mana kategori poomsae digelar pada 1–2 Agustus, dilanjutkan dengan kategori kyorugi pada 3–5 Agustus 2026.