Penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, sebagai pusat perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 pada Agustus 2026 mendatang telah memantik denyut ekonomi baru di masyarakat Jombang. Antusiasme peserta dari berbagai penjuru membuat sektor penyewaan properti di sekitar lokasi acara mengalami lonjakan permintaan yang signifikan, jauh sebelum agenda resmi dimulai.
Siti Nur Hayati, salah satu warga Perumahan Bahrul Ulum Menara Asri, mengungkapkan bahwa tren pemesanan hunian sudah mulai memadati daftar tunggu sejak pengumuman resmi lokasi muktamar dirilis. Banyak calon pengunjung memilih untuk mengamankan akomodasi lebih awal guna menghindari kelangkaan tempat tinggal di area yang dekat dengan pusat kegiatan.
Fenomena ini mendorong kreativitas warga dalam memaksimalkan peluang ekonomi. Tidak sedikit penduduk setempat yang memilih untuk mengosongkan rumah tinggal mereka sementara waktu dan mengungsi ke kediaman kerabat atau orang tua. Langkah ini tidak hanya menjadi strategi bisnis musiman, namun juga dimaknai warga sebagai bentuk gotong royong dan kesiapan dalam menyambut ribuan delegasi yang akan hadir.
Tingginya permintaan terhadap hunian strategis berdampak pada nilai sewa di kawasan "ring satu" muktamar. Saat ini, tarif sewa rumah untuk durasi satu pekan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta. Lokasi yang hanya berjarak 500 meter dari kantong parkir utama dan pusat muktamar menjadi daya tarik utama bagi para delegasi dan tamu undangan.
Diprediksi akan mendatangkan sekitar 6.000 delegasi, pengamat, serta tamu dari dalam dan luar negeri, perhelatan ini menjadi berkah tersendiri bagi warga Jombang. Melalui koordinasi yang dilakukan baik secara daring maupun survei langsung, masyarakat Tambakberas berkomitmen untuk memberikan layanan akomodasi terbaik demi kelancaran agenda besar ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.