Pemerintah Provinsi Gia Lai baru saja mengesahkan cetak biru pengembangan ekowisata berskala besar untuk Taman Nasional Kon Ka Kinh dan Cagar Alam Kon Chư Răng. Langkah strategis ini dirancang untuk mengubah kawasan konservasi tersebut menjadi destinasi wisata profesional yang mengedepankan prinsip kelestarian ekosistem serta kemandirian ekonomi bagi pengelolaan hutan.

Proyek di Taman Nasional Kon Ka Kinh difokuskan pada pembangunan infrastruktur pendukung, seperti pusat penyelamatan hewan dan taman botani, dengan target menarik investasi untuk mencapai swasembada pendanaan konservasi hingga 80% pada tahun 2045. Sejalan dengan itu, Cagar Alam Kon Chư Răng diproyeksikan menjadi pusat ekowisata premium yang menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara secara signifikan serta mencapai kemandirian pendanaan penuh melalui pendapatan sektor pariwisata dan penyewaan lingkungan hutan.

Pengembangan ini mencakup pemanfaatan jalur patroli hutan yang sudah ada sebagai akses wisata, dengan total 17 lokasi wisata dan jalur sepanjang ratusan kilometer yang tersebar di kedua kawasan. Pihak pengelola menegaskan bahwa pembangunan fasilitas wajib menggunakan material ramah lingkungan dan menerapkan standar operasional yang ketat untuk memastikan tidak ada dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah provinsi mendorong adopsi model pariwisata 'nol karbon', termasuk penggunaan energi terbarukan dan kendaraan listrik di dalam area wisata. Dukungan modal besar, yang sebagian besar bersumber dari kemitraan sosial dan investasi pihak swasta, diharapkan dapat menciptakan ratusan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat proteksi terhadap kekayaan alam di Gia Lai secara berkelanjutan.