Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Rabu (8/7/2026) pukul 23.11 WITA, gunung api tersebut dilaporkan kembali meletus, menambah daftar panjang rangkaian erupsi yang terjadi di wilayah tersebut sepanjang pekan ini.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, terpantau kolom abu membubung setinggi 300 meter dari atas puncak gunung. Material vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal terlihat bergerak ke arah barat dan barat laut. Letusan tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 37 milimeter dengan durasi 40 detik.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III atau Siaga. Rekaman seismograf menunjukkan aktivitas kegempaan yang cukup intens, mencakup gempa letusan, gempa hembusan, hingga tremor non-harmonik. Tercatat sebanyak 38 kali erupsi telah terjadi pada gunung ini hanya dalam kurun waktu satu pekan terakhir.
Menyikapi kondisi tersebut, PVMBG mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Pihak berwenang menekankan pentingnya kepatuhan terhadap zona terlarang ini demi menghindari dampak buruk dari guguran abu dan potensi lontaran material vulkanik.
Data MAGMA Indonesia mencatat, sepanjang tahun 2026 hingga awal Juli, telah terjadi sebanyak 3.038 erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Lewotobi Laki-laki sendiri tercatat telah mengalami erupsi sebanyak 352 kali, menempatkannya sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia pada periode tahun ini.