Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali meningkat pada Senin (13/7/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi pada pukul 11.24 WITA, yang menambah daftar panjang rentetan letusan gunung tersebut dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan laporan resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu erupsi teramati membumbung setinggi 800 meter dari puncak kawah, atau sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut. Material vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal tersebut dilaporkan bergerak ke arah utara dan timur laut. Seismograf mencatat getaran letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 29,6 milimeter dengan durasi 106 detik.

Hingga saat ini, status aktivitas gunung api tersebut masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. PVMBG mencatat pola kegempaan yang cukup intens dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 12.00 WITA, termasuk adanya dua kali gempa letusan, sembilan kali tremor non-harmonik, serta satu kali gempa frekuensi rendah yang menandakan fluktuasi aktivitas magma di bawah permukaan.

Sebagai langkah mitigasi, otoritas terkait dengan tegas mengimbau masyarakat setempat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Kawasan ini ditetapkan sebagai zona terlarang mengingat potensi bahaya lontaran material pijar maupun awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Catatan MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026, Gunung Lewotobi Laki-laki telah mengalami 390 kali erupsi. Angka ini berkontribusi pada total 3.147 peristiwa letusan gunung api yang tercatat di seluruh wilayah Indonesia selama periode yang sama, menempatkan Lewotobi sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Tanah Air saat ini.