Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan Gunung Semeru hingga saat ini masih berada dalam Status Level III atau Siaga. Berdasarkan evaluasi terkini, aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih didominasi oleh proses di permukaan, namun potensi erupsi tetap menjadi ancaman nyata bagi wilayah sekitarnya.

Pihak otoritas menegaskan larangan keras bagi warga maupun wisatawan untuk melakukan aktivitas di zona rawan bencana yang telah ditetapkan. Ancaman nyata seperti luncuran awan panas guguran, aliran lava, hingga lontaran material vulkanik dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan dini yang panjang.

Selain risiko erupsi, masyarakat yang berdomisili di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir lahar. Curah hujan yang tinggi berisiko menghanyutkan material vulkanik yang masih mengendap di lereng gunung, sehingga dapat mengancam keselamatan pemukiman dan infrastruktur di jalur aliran sungai.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah dan pihak terkait diinstruksikan untuk terus melakukan pemantauan intensif serta memperluas sosialisasi keselamatan kepada warga. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang, hanya mengacu pada kanal informasi resmi, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait aktivitas gunung api tersebut.