Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan signifikan setelah dilaporkan mengalami empat kali erupsi secara beruntun pada Rabu (1/7). Letusan tertinggi tercatat mencapai satu kilometer di atas puncak gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut tersebut.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, rangkaian erupsi dimulai sejak dini hari pukul 00.52 WIB dengan kolom abu setinggi 700 meter. Intensitas letusan kemudian meningkat pada pagi hari, di mana letusan ketiga dan keempat masing-masing mencapai ketinggian satu kilometer. Kolom abu yang dihasilkan terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, serta pergerakan arah sebaran angin menuju sektor timur, tenggara, dan selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ditemukan dampak langsung abu vulkanik terhadap pemukiman penduduk. Kendati demikian, pihak otoritas tetap menegaskan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat status gunung masih berada di Level III atau Siaga.

Dalam keterangan resminya, BPBD kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi zona larangan aktivitas. Warga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah, serta sepanjang 13 kilometer di sektor tenggara sepanjang jalur Besuk Kobokan, demi menghindari ancaman lontaran batu pijar, awan panas, hingga bahaya lahar yang berpotensi mengalir di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru.