Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan terjadinya erupsi pada Sabtu (13/6/2026) tepat pukul 04.44 WIB. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, peristiwa ini menambah daftar panjang aktivitas seismik gunung api tersebut, dengan catatan 52 kali erupsi dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Meski visual letusan tidak teramati secara langsung akibat tertutup kabut atau faktor lainnya, seismograf mencatat getaran erupsi dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi selama 136 detik. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga, yang menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi bagi penduduk sekitar.

Laporan kegempaan yang dihimpun pada periode malam hari sebelum erupsi, yakni antara pukul 18.00 hingga 23.59 WIB, mencatat intensitas aktivitas yang cukup signifikan. Tercatat telah terjadi 10 kali gempa letusan, satu kali gempa guguran, serta lima kali gempa hembusan. Hal ini mengindikasikan bahwa Gunung Semeru masih terus memproduksi energi vulkanik yang cukup aktif.

Menyikapi kondisi ini, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat. Warga dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga jarak aman sejauh 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat adanya ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar yang berpotensi mencapai jarak 17 kilometer.

Sepanjang tahun 2026, catatan MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Tanah Air. Dari total 2.596 letusan yang tercatat di seluruh Indonesia, Gunung Semeru berkontribusi paling besar dengan mencatatkan 1.241 kali erupsi.