Gunung Semeru, yang berdiri kokoh di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Minggu (28/6/2026). Puncak tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami erupsi dengan kolom letusan mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengonfirmasi bahwa letusan utama terjadi tepat pada pukul 11.37 WIB. Visual kolom abu tampak tebal dengan dominasi warna putih hingga kelabu, bergerak perlahan menuju arah tenggara dan selatan. Berdasarkan catatan seismograf, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum sebesar 22 milimeter dengan durasi aktivitas mencapai 170 detik.

Hingga saat ini, Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III atau Siaga. Mengingat tingginya potensi bahaya, pihak berwenang mengeluarkan instruksi tegas bagi masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Peringatan ini ditujukan untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa akibat aktivitas vulkanik yang tidak terduga.

Selain ancaman erupsi, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra. Warga diimbau untuk selalu memantau perkembangan situasi, terutama saat kondisi cuaca buruk atau hujan turun di area puncak yang berpotensi memicu awan panas guguran maupun lahar dingin.