Menjaga kesehatan sistem pencernaan ternyata tidak hanya bergantung pada kualitas nutrisi yang dikonsumsi, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh perilaku saat makan. Para ahli medis mengungkapkan bahwa lambung memiliki keterikatan erat dengan sistem saraf, sehingga faktor emosional dan pola makan berperan krusial terhadap efisiensi kerja organ pencernaan.
Dr. Duong Thi Phuong, seorang spesialis gizi dari University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, menyoroti tiga kebiasaan yang sering kali dianggap sepele namun berdampak negatif. Pertama, makan sambil melakukan aktivitas lain seperti bekerja atau bermain ponsel. Kurangnya fokus saat makan membuat produksi enzim dan asam lambung tidak optimal, sehingga proses pengolahan makanan terganggu.
Kedua, kebiasaan menelan makanan tanpa proses pengunyahan yang sempurna. Idealnya, makanan harus dikunyah 20 hingga 50 kali untuk memudahkan kerja lambung. Selain itu, durasi makan yang terburu-buru sebaiknya dihindari; waktu santap yang disarankan adalah 20 hingga 30 menit agar tubuh memiliki waktu untuk mengenali sinyal kenyang.
Ketiga, mengonsumsi air dalam jumlah berlebihan saat makan atau tidur tepat setelah makan malam. Mengonsumsi lebih dari 200 mililiter cairan saat makan dapat mengencerkan asam lambung dan menghambat proses cerna. Sementara itu, berbaring setelah makan malam meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan, yang tidak hanya memicu gangguan pencernaan tetapi juga menurunkan kualitas tidur.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, para ahli menyarankan untuk menerapkan pola makan teratur dan membatasi asupan makanan berlemak, tinggi garam, serta makanan olahan. Bagi individu yang memiliki riwayat gangguan maag, menjaga jadwal makan yang disiplin serta menghindari konsumsi alkohol dan rokok adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan secara berkelanjutan.