Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis profesi bidan sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas kesehatan ibu dan anak. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa tenaga bidan merupakan fondasi krusial bagi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Dalam acara yang berlangsung di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Edi menyoroti tingginya angka kelahiran di Kota Pontianak yang mencapai 11.667 jiwa pada tahun 2025. Data tersebut, menurutnya, menuntut kesiapan sarana dan tenaga kesehatan agar setiap ibu hamil dan bayi mendapatkan penanganan yang komprehensif, mulai dari masa kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pemerintah Kota Pontianak kini fokus melakukan mitigasi terhadap angka kematian ibu dan bayi melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Edi mendorong agar seluruh bidan di bawah naungan IBI terus meningkatkan kompetensi profesional mereka. Sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi dinilai sebagai kunci efektivitas program kesehatan, termasuk dalam menyalurkan bantuan pemeriksaan kesehatan gratis agar lebih tepat sasaran bagi kelompok rentan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Cabang IBI Kota Pontianak, Sri Mulyanti, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus beradaptasi dengan standar pelayanan kesehatan terkini. Ia menegaskan bahwa bidan bukan sekadar profesi medis, melainkan panggilan kemanusiaan yang mendampingi masyarakat di setiap tahapan kehidupan.

Sebagai bentuk implementasi nyata, PC IBI Kota Pontianak telah menjalankan berbagai langkah strategis. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan kapasitas tenaga bidan melalui forum ilmiah, program jemput bola pengurusan akta kelahiran bekerja sama dengan Disdukcapil, serta standardisasi layanan di 34 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) di seluruh wilayah Pontianak.