Omoda & Jaecoo resmi menandai era baru mobilitas pintar dengan menggelar debut global SUV listrik terbaru mereka, Omoda O4, di Indonesia. Peluncuran perdana dunia ini berlangsung dalam ajang "Super AI Night" di Spike Air Dome, PIK 2, Tangerang. Langkah strategis tersebut mempertegas komitmen pabrikan dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara masif ke dalam kendaraan ramah lingkungan di tanah air.

Keunggulan utama dari Omoda O4 terletak pada teknologi "Super AI Cockpit". Kokpit pintar berbasis kecerdasan buatan ini dirancang dengan arsitektur Agentic AI serta didukung oleh Large Language Model (LLM). Dengan sistem ini, kendaraan tidak hanya mampu merespons perintah suara secara presisi, tetapi juga dapat memahami konteks pembicaraan dan memberikan respons interaktif yang natural kepada pengemudi.

Kehadiran Omoda O4 sekaligus menandai dimulainya Dual Super Strategy, sebuah konsep yang memadukan Super Hybrid System (SHS) dan sistem kecerdasan buatan Super Intelligent. CEO Omoda & Jaecoo International, Shawn Xu, mengungkapkan bahwa pemilihan Indonesia sebagai lokasi peluncuran global didasari oleh kedinamisan pasar otomotif nasional yang sangat terbuka terhadap inovasi teknologi terbaru.

Dari segi visual, SUV listrik ini mengadopsi bahasa desain futuristis bertema Cyber Mecha Design. Tampilannya diperkuat dengan lekukan bodi yang tegas, lampu utama Cyber Lightning, serta siluet aerodinamis yang sporti. Di dalam kabin, teknologi kecerdasan buatan tersebut ditopang oleh 10 AI Agent yang mampu mempelajari kebiasaan berkendara hingga mengenali kondisi emosional penggunanya melalui pembaruan sistem AI Brain 2.0.

Untuk sektor dapur pacu, Omoda O4 dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 65,05 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 553 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan pengujian standar NEDC. Performanya disokong oleh motor listrik bertenaga 160 kW dengan torsi puncak 275 Nm, yang memungkinkan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 7,1 detik.

Kemudahan pengisian daya juga menjadi keunggulan mobil listrik ini berkat dukungan DC fast charging hingga 119 kW, yang mampu mengisi daya baterai dari 20 persen ke 80 persen hanya dalam waktu 22 menit. Setelah debutnya di Indonesia, teknologi kokpit pintar ini dijadwalkan akan merambah pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah pada akhir tahun 2026 sebelum diekspansi secara global pada tahun berikutnya.