Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bersifat fluktuatif belakangan ini sempat memicu kekhawatiran di sektor pariwisata Banten. Bendahara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, Herlina, mengungkapkan bahwa persebaran informasi yang kurang akurat di media sosial menyebabkan sejumlah calon tamu membatalkan pesanan atau menunda jadwal kunjungan ke kawasan Pantai Anyer.

Kendati demikian, Herlina menegaskan bahwa dampak pembatalan tersebut masih tergolong minim, yakni di bawah 10 persen dari total pesanan. Pihaknya memastikan bahwa aktivitas wisata di sepanjang pesisir Anyer saat ini tetap berjalan normal dan tingkat okupansi hotel secara keseluruhan masih terjaga dengan baik.

Terkait keamanan, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, menjelaskan bahwa kondisi saat ini berbeda signifikan dengan peristiwa tsunami pada tahun 2018. Saat ini, struktur tubuh gunung yang lebih rendah membuat potensi ancaman tsunami dinilai jauh lebih kecil berdasarkan analisis para ahli.

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga dengan aktivitas letusan yang bervariasi setiap harinya. Pihak pengelola wisata dan otoritas terkait terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak berdasar, sembari tetap memantau perkembangan status gunung secara berkala demi menjamin kenyamanan wisatawan.