Komunitas kecerdasan buatan terbesar di Indonesia, AICO, yang bernaung di bawah Zando Agency, kini mulai merambah sektor hiburan melalui peluncuran aplikasi terbarunya, HoWePlay. Teknologi ini dirancang untuk menciptakan pengalaman interaksi sosial yang lebih dinamis dan personal bagi masyarakat luas.

Debut perdana platform ini diselenggarakan dalam acara Matchmaking Night di Sing Sing, yang merupakan unit usaha terbaru Holywings, pada Jumat (10/7). Sebanyak 100 peserta berpartisipasi sebagai pengguna pertama, di mana mereka mencoba sistem pencarian pasangan (matchmaking) berbasis AI yang dipadukan dengan teknik astrologi Tiongkok, BaZi.

Proses penggunaan teknologi ini tergolong praktis; pengunjung cukup memindai kode QR dan memasukkan data waktu kelahiran. Sistem kemudian akan memproses data tersebut untuk merekomendasikan kecocokan antarpeserta secara otomatis. Hasil tersebut kemudian dikirimkan secara langsung ke perangkat masing-masing pengguna, bahkan sistem secara transparan menampilkan pasangan dengan kecocokan tertinggi di layar utama area acara.

Co-Founder AICO, Tommy Teja, menegaskan bahwa HoWePlay merupakan wujud ambisi perusahaan untuk menggeser paradigma AI yang selama ini hanya dianggap sebagai alat produktivitas. Menurutnya, teknologi ini memiliki potensi besar untuk menjadi elemen hiburan yang inklusif dan mudah diakses oleh orang awam tanpa harus memahami kerumitan teknisnya.

Senada dengan hal tersebut, Co-Founder AICO, Reynaldi Francois, menepis kekhawatiran bahwa AI akan mengalienasi interaksi manusia. Sebaliknya, ia meyakini bahwa HoWePlay berfungsi sebagai fasilitator yang menjembatani hubungan antarindividu. AICO berencana memperluas cakupan penggunaan platform ini ke berbagai sektor, termasuk industri makanan dan minuman (F&B), pusat perbelanjaan, serta berbagai kegiatan gaya hidup lainnya guna menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan bermakna.