SURAKARTA — Penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi syarat mutlak bagi lulusan perguruan tinggi untuk mampu bersaing di kancah internasional. Kendati demikian, kecanggihan teknologi tersebut dinilai tidak akan pernah bisa menggantikan peran manusia yang memiliki integritas, etika, dan karakter yang kuat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, saat menjadi pembicara kunci dalam Workshop Bina Talenta yang diselenggarakan di Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. Acara yang mengusung tema "Transformasi Digital Pembelajaran dan Implementasi Teknologi" ini menyoroti pentingnya mencetak lulusan yang adaptif tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

Mantan Bupati Karanganyar tersebut memaparkan bahwa akselerasi digital di lingkungan akademik merupakan keniscayaan demi meningkatkan efektivitas belajar-mengajar. Menurutnya, meskipun teknologi mempercepat sistem kerja, kesuksesan jangka panjang tetap bergantung pada kualitas moral penggunanya.

Senada dengan hal itu, Rektor Unisri Surakarta, Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., menekankan bahwa transformasi digital di tingkat kampus sangat bergantung pada kesiapan para pendidik. Ia mendorong dosen untuk terus meningkatkan kecakapan digital agar mampu menyajikan materi perkuliahan secara interaktif dan relevan dengan tuntutan dunia kerja modern.

Workshop yang terlaksana berkat kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Komisi X DPR RI, serta Unisri ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem akademik yang seimbang. Melalui sinergi kompetensi digital dan penguatan etika, mahasiswa diharapkan siap menghadapi dinamika kerja global.