Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara resmi mendorong pemerintah untuk segera mengambil keputusan terkait usulan perluasan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis manufaktur. Langkah ini dipandang krusial mengingat adanya animo tinggi dari investor yang menunjukkan daya tarik Indonesia tetap kuat meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menyebutkan bahwa tiga kawasan yang menanti persetujuan ekspansi tersebut adalah KEK Kendal, KEK Galang Batang, dan KEK Gresik. Ketiganya dinilai menjadi motor penggerak penting dalam mencapai target realisasi investasi nasional tahun ini yang dipatok mencapai Rp2.175 triliun.

Menurut Sarman, percepatan proses birokrasi dalam menyetujui perluasan kawasan ini akan memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan investor untuk segera merealisasikan komitmen mereka. Kehadiran investasi baru di sektor ini diharapkan tidak hanya mendongkrak angka investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja secara luas bagi masyarakat Indonesia.

Lebih jauh, pengembangan KEK diyakini akan menciptakan efek domino (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Aktivitas industri yang meningkat di kawasan tersebut akan memberikan peluang bisnis bagi sektor pendukung, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seperti penyedia jasa katering, transportasi, hingga penyewaan tempat tinggal bagi pekerja.

Sebagai gambaran, urgensi ini didasari oleh kondisi di lapangan, di mana KEK Kendal saat ini sudah mencapai tingkat utilisasi penuh (100%) dengan 140 industri yang telah beroperasi. Sementara itu, KEK Galang Batang juga berencana menambah luas area hingga 2.700 hektare untuk mengakomodasi kebutuhan hilirisasi industri bauksit dan produk turunannya.